# Peralatan yang Digunakan Diatas Kapal

![](/files/-MHMVNxoW9lI1ty9c4Gp)

Saat ini, seorang perwira kapal memiliki banyak sekali perangkat navigasi kapal yang membuat hidupnya jauh lebih mudah berkat kemajuan teknologi.

Selain itu, pelaut masa kini telah dilatih untuk memahami fungsi dan pengoperasian semua perangkat navigasi modern yang membuat pelayaran menjadi lebih lancar dan aman.

Dengan fasilitas dan otomatisasi modern, kapal saat ini memiliki beberapa sistem peralatan navigasi canggih yang menyediakan data akurat untuk pengiriman.

Di sini kami telah membuat daftar berbagai jenis perangkat navigasi lama dan baru yang ada di semua kapal dan pasti ada yang [**Jual Peralatan Kapal**](http://www.abadijaya.com/).

## **1. Kompas Gyro**

Ini digunakan untuk menemukan arah / jalur yang benar. Berbeda dengan kompas magnetik, kompas giro tidak terhalang oleh medan magnet luar.

Ini digunakan untuk menemukan posisi utara yang benar, yang juga merupakan sumbu rotasi bumi, untuk memberikan sumber arah yang stabil. Sistem repeater harus memiliki platform kemudi untuk kemudi darurat.

## **2. Radar**

Kapal laut menggunakan sistem radar frekuensi S-band dan X-band untuk navigasi guna mendeteksi target dan menampilkan informasi layar seperti jarak kapal dari darat, benda terapung (pulau, batu, gunung es, dll.).

Kapal lain, dan rintangan untuk menghindari tabrakan. Ini adalah antena berputar yang terletak di area kapal.

Radar laut

## **3. Kompas magnet**

Kompas magnet bekerja sesuai dengan medan magnet bumi dan merupakan alat penting untuk menunjukkan arah. Ini digunakan untuk mendapatkan kursus yang direncanakan untuk sebuah perjalanan.

Peralatan navigasi kapal ini biasanya dipasang di garis tengah kapal di Pulau Monyet (di atas dek jembatan). Kompas jenis transmisi magnetik dipasang untuk memungkinkan keluaran ditampilkan pada panel jembatan.

##

## **4. Autopilot**

Tata letak jembatan diisi dengan peralatan dan perkakas yang digunakan untuk navigasi. Autopilot dianggap sebagai salah satu perangkat navigasi platform yang paling efektif karena membantu petugas dek mengarahkan kapal dengan menjaga kemudi pada autopilot sehingga mereka dapat fokus pada berbagai aspek operasional.

## **5. ARPA**

Bantuan radar otomatis menunjukkan posisi kapal dan kapal lain di sekitarnya. Radar menunjukkan posisi kapal di sekitarnya dan memilih jalur bagi kapal untuk menghindari segala jenis tabrakan.

Peralatan navigasi ini secara konstan memonitor sekeliling kapal dan dalam hal ini secara otomatis mencatat jumlah target. Kapal, perahu, kapal stasioner atau benda terapung, dll.

Dan tarik kecepatan dan haluannya masing-masing. Target ini juga menampilkan target sebagai vektor di layar dan secara konstan memperbaharui parameter setiap kali antena berputar dengan menghitung titik terdekat dari kapal itu sendiri dan juga waktu sebelum itu terjadi.

## **6. Alat bantu pelacakan otomatis**

Sama seperti ARPA, alat bantu pelacakan otomatis ini menampilkan informasi tentang target yang akan dilacak dalam bentuk grafik dan numerik untuk membuat tata letak yang direncanakan untuk busur yang lebih aman dan menghindari tabrakan.

## **7. Alat Pencatat Kecepatan dan Jarak**

Alat navigasi ini mengukur kecepatan dan jarak tempuh kapal dari set point dengan menghitungnya. ETA kapal disesuaikan atau dikomunikasikan kepada agen / otoritas pelabuhan.

## **8. Sounder Kedalaman**

Ada banyak alat navigasi laut modern di atas kapal, dan alat pengeras suara gema adalah salah satu alat yang telah digunakan selama hampir 100 tahun.

Ini digunakan untuk mengukur kedalaman air laut di bawah dasar kapal menggunakan gelombang suara, yang bekerja berdasarkan prinsip transmisi gelombang suara dan pulsa audio yang bergema kembali dari lapisan reflektif ke sumbernya.

## **9. Sistem Informasi Tampilan Peta Elektronik**

ECDIS merupakan pengembangan lebih lanjut dari sistem peta navigasi untuk kapal angkatan laut dan kapal dagang. Penggunaan perangkat navigasi elektronik memudahkan petugas kapal untuk menemukannya, dan lebih mudah dari sebelumnya untuk mendapatkan petunjuk arah.

## **10. Sistem Identifikasi Otomatis**

AIS juga merupakan sistem navigasi unik yang dapat digunakan untuk menentukan posisi dan statistik navigasi kapal lainnya. AIS menggunakan saluran radio VHF sebagai pemancar dan penerima untuk mengirim dan menerima pesan antar kapal yang ingin melakukan banyak tugas.

Berdasarkan peraturan Organisasi Maritim Internasional (IMO), semua kapal penumpang dan kapal dagang dengan lebih dari 300 tonase kotor (GT) melakukan perjalanan internasional untuk membawa transponder kelas A AIS.

## **11. Sistem LRIT (Pelacakan dan Identifikasi Jarak Jauh)**

LRIT adalah sistem pelacakan dan identifikasi internasional yang telah digabungkan oleh IMO dalam kerangka Konvensi SOLAS untuk memastikan sistem pelacakan menyeluruh untuk kapal dengan berat lebih dari 300 gross ton dalam pelayaran internasional di seluruh dunia. Peralatan maritim ini dipasang untuk meningkatkan kesadaran akan wilayah maritim.

## **12. Indikator Sudut Kemudi**

VDR atau Cruise Data Recorder merupakan alat penting dalam daftar perangkat navigasi kapal yang dipasang di kapal agar dapat terus menerus mencatat informasi penting tentang pengoperasian kapal. Ini mencakup sistem perekaman suara setidaknya selama 12 jam terakhir. Rekaman akan didengarkan bahkan digunakan untuk penyelidikan jika terjadi kecelakaan. Pentingnya VDR sebanding dengan "kotak hitam" yang dipasang di pesawat terbang.

Perekam data perjalanan

## **14. Sinyal Belok**

Alat navigasi ini menunjukkan seberapa cepat kapal berbelok dengan kecepatan konstan (berguna bagi penerbang dan manuver) yang biasanya ditunjukkan pada sejumlah derajat rotasi kapal. Laju rotasi kapal diukur dalam derajat per menit. Alat penting ini membantu kepala petugas dalam mengukus kapal dengan aman.

## **15. Penerima GPS**

Penerima Global Positioning System (GPS) adalah sistem tampilan yang menunjukkan posisi kapal di orbit menggunakan satelit pemosisian global.

Dengan mencatat posisi kapal, kecepatan, arah dan waktu dapat dihitung untuk menempuh jarak antara "dua posisi yang ditandai".

## **16. Sistem Penerima Suara**

Sistem akustik ini diperlukan untuk kapal dengan platform tertutup. Hal ini memungkinkan navigator di kabin untuk mendengar sinyal audio (seperti seruling asap atau seruling kapal) dari kapal lain di dekatnya. Itu dipasang di konsol peralatan jembatan dan membantu navigator dalam melakukan tugas pengawasan sesuai dengan Colreg 1972 atau P2TL.

## **17. Lampu Navigasi**

Semua kapal (besar atau kecil) harus memiliki lampu navigasi sebagai bagian dari sistem navigasi. Sistem ini diperkenalkan oleh Amerika Serikat pada tahun 1838 dan oleh Inggris pada tahun 1849. Pada tahun 1889 Amerika Serikat mendirikan Konferensi Maritim Internasional untuk menetapkan pedoman yang tepat untuk pencegahan kecelakaan laut.

Pada tahun 1897 peraturan ini secara resmi diadopsi secara internasional. Lampu navigasi adalah salah satu peralatan navigasi terpenting untuk berlayar di laut lepas, karena memungkinkan kapal terlihat jelas bahkan oleh kapal lain di sekitarnya.

## **18. Peluit Kapal**

Seruling kapal dikenal sebagai peluit / tanduk dan umumnya ditawarkan dalam dua gaya. Satu bertenaga angin dan yang lainnya bertenaga listrik. Seruling harus dioperasikan secara manual dan elektrik dari jembatan.

Di antara berbagai instrumen yang digunakan dalam navigasi yang sulit seperti: B. cuaca buruk, kabut, jarak pandang yang buruk, lalu lintas tinggi, dll., Seruling kapal membantu memperingatkan kapal di sekitarnya.

Dalam keadaan darurat, seruling digunakan untuk mengingatkan dan mengingatkan awak kapal dan kapal lain di dekatnya.

## **19. Lampu Sinyal Siang Hari**

Merupakan alat pensinyalan lampu yang digunakan untuk sinyal darurat pada siang hari (dan juga dapat digunakan pada malam hari).

Seperti instrumen darurat laut lainnya, sumber energi untuk lampu tidak hanya bergantung pada daya utama kapal. Selain itu, kap lampu harus tahan cuaca dan bahan tahan air.

## **20. Kartu Pilot**

Ini adalah selebaran informatif untuk pilot kapal yang terdiri dari dimensi, draft, lingkaran putar, manuver, peralatan propulsi dan daftar alat dan instrumen navigasi kapal lainnya untuk manuver yang aman.

## **21. Rencana Perjalanan**

Itinerary harus tersedia untuk mengacu pada rencana perjalanan sebelumnya atau untuk merencanakan perjalanan masa depan.

Di antara berbagai alat bantu navigasi yang dilakukan di kapal, itinerary adalah alat yang digunakan oleh petugas dek untuk memastikan keselamatan kapal dari perspektif komersial dan hukum.

Ini disiapkan dengan mengumpulkan berbagai informasi seperti cuaca, meteorologi, data pengiriman saat ini dan masa depan, data navigasi lainnya, dll.

## **22. Buklet Manuver**

Dalam brosur ini, tenaga penggerak mesin dan kapal saat bermanuver dalam kondisi dan situasi cuaca yang berbeda diberikan sebagai referensi cepat. Isi dari buklet manuver adalah:

* Gambaran umum kapal
* Sifat manuver laut dalam
* Fitur berhenti dan kontrol kecepatan di laut dalam
* Fitur manuver di laut dangkal
* Kemampuan manuver dalam angin
* Kemampuan manuver dengan kecepatan rendah
* Informasi tambahan

## **23. Bentuk Bulat Hitam**

Ini adalah bentuk sinyal siang hari yang digunakan untuk menentukan properti kapal dengan pengaturan bola yang berbeda. Misalnya, kapal yang berlabuh menunjukkan bola hitam di ujung tiang Forecastle dan kapal yang melarikan diri (tidak dapat dikendalikan) menunjukkan dua bola hitam dalam garis vertikal pada tiang tertinggi (tiang di atas jembatan).

## **24. Bendera Kapal**

Berbagai jenis bendera kapal dengan warna dan karakter berbeda digunakan untuk menunjukkan posisi kapal yang sedang berlayar. Bendera sinyal mereka terkenal, telah digunakan sejak zaman kuno dan masih digunakan di semua kapal.


---

# Agent Instructions: Querying This Documentation

If you need additional information that is not directly available in this page, you can query the documentation dynamically by asking a question.

Perform an HTTP GET request on the current page URL with the `ask` query parameter:

```
GET https://obengtumpul8.gitbook.io/jasaseo/peralatan-yang-digunakan-diatas-kapal.md?ask=<question>
```

The question should be specific, self-contained, and written in natural language.
The response will contain a direct answer to the question and relevant excerpts and sources from the documentation.

Use this mechanism when the answer is not explicitly present in the current page, you need clarification or additional context, or you want to retrieve related documentation sections.
